Sabtu, 31 Desember 2011

Dalam Hitungan Jam

Dalam hitungan jam, peluit akan ditiup. Ibarat seorang pembalap, injakan perseneling ke gigi satu sudah di lakukan. Cengkeraman diperkuat dan jari jemari siap memutar gas, siap lari bahkan terbang bersama motornya.
Dalam rangka mewujudkan tulisan sebanyak 50.000 kata selama bulan Januari 2012, aku telah menyiapkan sebuah tulisan dengan judul PRASTIWI.

Profile Tokoh :

Prastiwi : gadis belia yang jatuh cinta dengan laki-laki berumur dua kali lipat dari umurnya. Laki-laki yang beberapa kali ditemuinya tanpa sengaja di sebuah restoran siap saji. Padahal seorang anak muda sekelasnya sekaligus temannya di pecinta alam juga sedang tergila-gila dengannya. Di sisi lain, Prastiwi merasa ibunya tidak akan pernah merestui laki-laki manapun yang dipilihnya. Ibunya hanya ingin dia menikah dengan laki-laki yang pernah dijodohkan dengannya dulu. Bagaimana ia bisa menemukan laki-laki yang pernah dijodohkan dengannya itu? Sementara rencana perjodohan itu sudah dibatalkan.

Fajar : Laki-laki berusia tiga puluh delapan tahun. Seseorang yang menarik dan memiliki pekerjaan dan jabatan di sebuah perusahaan. Ia jatuh cinta dengan Prastiwi bahkan sejak pertama kali melihatnya. Namun ia ragu, gadis belia itu mau diajaknya menikah dalam waktu dekat. Namun tiba-tiba ia mendengar perkataan ibunya bahwa Prastiwi adalah gadis yangdulu  pernah dijodohkan dengannya, namun secara mendadak menolak rencana perjodohan itu. Rasa sakit sekaligus terhina masih membekas di wajah ibunya. Apakah Fajar akan tetap memilih Prastiwi sebagai calon istrinya setelah mengetahui latar belakang dirinya itu?

Arik : Suatu ketika dia ditawari orang tuanya agar melanjutkan kuliah ke Australia. namun dia menolak. Alasannya adalah karena ia ingin bersama Prastiwi. Hari-hari bersama Prastiwi adalah hari-hari terindahnya.Namun ketika sadar bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, hatinya hancur tak terkira. Ia bertekad akan bersaing dengan Fajar untuk mendapatkan hati Prastiwi.


Bersikeras  Prastiwi mencoba untuk menjauhkan dirinya dari Fajar, begitu tahu bahwa laki-laki itu ternyata orang yang dulu pernah dijodohkan dengannya.  Terlintas di pikirannya bahwa ia akan menerima  cinta Arik karena ia tak mungkin berhubungan dengan Fajar dan menikah dalam waktu dekat dekat Ia masih sangat muda dan masih banyak  yang ingin dilakukannya sebelum ia memutuskan untuk terikat dengan sebuah tali pernikahan. Sementara Fajar tidakbisa melupakan Prastiwi begitu saja dan mematuhi perintah mamanya untuk tidak menemui prastiwi. ***


Tidak ada komentar:

Posting Komentar